Minggu, 06 Maret 2016

Makanan Pengurang Dampak Stress

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Makanan Pengurang Dampak Stress

Makanan Pengurang Dampak Stress

 Setiap orang pasti pernah melalui masa-masa tertekan dalam hidupnya. Merasa tertekan sampai dengan stress, namun tahukah anda bahwa ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi jika anda sedang dalam keadaan stress, berikut adalah daftar makanan tersebut.
·         Karbohidrat kompleks, merupakan karbohidrat yang baik untuk kesehatan karena dicerna lebih lambat. Penyerapan yang lambat membuat kadar gula darah lebih stabil.
·         Karbohidrat sederhana, karbohidrat pada dasarnya meningkatkan pelepasan hormon serotonin, termasuk karbohidrat sederhana. Meskipun dapat mengurangi stress dengan cepat tetapi mengkonsumsi karbohidrat sederhanya secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan
·         Jeruk. Kandungan vitamin C dalam jeruk dapat mengurangi kadar hormon stress sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
·         Bayam. Magnesium dalam bayam disebut-sebut sebagai mineral yang mengurangi efek stress.
Lemak ikan. Kandungan omega 3 dalam minyak ikan terbukti mencegah peningkatan hormon stress terlalu tinggi.
·         Teh hitam. Segelas teh hitam setiap hari bisa menjadi tameng efektif terhadap stress.
·         Kacang-kacangan. Kacang-kacangan membantu melindungi tubuh dari efek stress negatif.
·         Alpukat. Kandungan kalium dalam alpukat yang tinggi baik dikonsumsi saat pikiran penat.
·         Susu. Kalsium mengurangi kecemasan dan masalah mood. Susu hangat menurunkan efek stress dengan cepat. 

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Mengapa Wanita Sering Stress ?

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Mengapa Wanita Sering Stress ?

Mengapa Wanita Sering Stress ?

Mengapa Wanita Lebih Tahan Stress Daripada Laki-Laki? Laminine merupakan nutrisi herbal yang sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel tubuh dan sebagai nutrisi otak serta bagus untuk memperbaiki Depresi dan stress.Pendapat umum mengatakan bahwa pria dan wanita menanggapi stress secara berbeda. Wanita pada umumnya lebih tahan stress. Ketika menghadapi tekanan pekerjaan yang berat, problem rumah tangga yang kompleks, dan masalah-masalah lain yang menyita pikiran dan mengaduk emosi, wanita lebih bisa tetap berpikir secara jernih. Stress kronis lebih jarang pada wanita dibandingkan pada pria.
Mengapa begitu?
Jawabannya ada pada hormon seks perempuan, estrogen, yang ternyata melindungi otak mereka terhadap stress, menurut temuan para peneliti AS. Ini bahkan bisa menjadi alasan lain mengapa wanita hidup lebih lama daripada pria, kata kepala penelitian Profesor Zhen Yan dari Universitas Buffalo.
Tikus yang stress
Dalam percobaan mereka, tim peneliti menyelidiki mekanisme molekul yang terkait dengan stress terhadap fungsi otak.  Untuk itu mereka secara fisik mengurung tikus-tikus muda jantan dan betina dalam kandang-kandang silinder kecil dua jam sehari selama satu minggu. Tindakan ini dimaksudkan untuk membuat stress tikus-tikus tersebut.
Untuk menguji memori jangka pendek hewan itu, para peneliti menempatkan ke dalam kandang sepasang benda yang identik, diikuti oleh pasangan benda kedua satu jam kemudian. Tikus-tikus dengan penasaran menyelidiki benda yang tidak diketahui itu secara seksama. Tiga jam kemudian, mereka menyajikan tikus-tikus itu dengan satu benda dari setiap pasangan. Tikus yang menghabiskan lebih banyak waktu memeriksa benda dari pasangan pertama menunjukkan bahwa hewan itu mengingatnya dari empat jam sebelumnya. Tikus yang lebih menyukai benda dari pasangan kedua yang lebih baru menunjukkan dia memiliki gangguan memori jangka pendek.
Melemahnya memory
Para peneliti menguji memori hewan-hewan itu sebelum dan setelah paparan stress. Pada tikus jantan, baik sebelum maupun setelah seminggu paparan stress, kinerja memorinya sangat berbeda dibandingkan pada tikus betina. Kinerja memori tikus jantan memburuk di bawah stress, terutama memori jangka pendeknya.
Tikus-tikus jantan memeriksa benda yang telah mereka kenali seolah-olah belum pernah melihat sebelumnya. Yan menyebut bahwa stress pada tikus jantan menurunkan kadar neurotransmitter reseptor glutamat di bagian otak yang disebut korteks prefrontal, wilayah yang mengontrol perhatian, emosi, pengambilan keputusan dan kinerja memori.
Kelompok Yan menemukan bahwa tikus betina muda juga stress oleh seminggu pengekangan fisik, namun hal itu tidak menyebabkan penurunan kemampuan mereka untuk mengingat dan mengenali benda yang telah mereka lihat beberapa jam sebelumnya. Percobaan ini menemukan bahwa meskipun stress, tikus betina memiliki kadar reseptor glutamat yang sama di daerah korteks prefrontal seperti sebelum penelitian. Data ini mendukung hipotesis bahwa reseptor glutamat berperan penting dalam respon terhadap stress.
Estrogen sebagai pelindung
Rupanya, estrogen mencegah efek negatif stress pada reseptor tersebut. Tikus jantan yang diberi estrogen sintetis (estradiol) oleh peneliti bereaksi terhadap stress dengan cara yang sama dengan tikus betina. Sebaliknya, ketika peneliti memblokir efek estrogen pada tikus betina, kinerja memorinya melemah seperti tikus jantan.
Yan mengakui bahwa hasil kelompoknya memang baru berdasarkan pada studi tikus. Namun, temuan ini dapat relevan pada manusia karena banyak fungsi seluler yang sama di antara kedua spesies. Kami percaya bahwa mekanisme ini juga terjadi pada manusia.
Hal ini terutama berlaku pada efek estrogen sebagai peredam stress di otak, yang menguntungkan wanita. Jika perlindungan ini terganggu misalnya, dengan penurunan produksinya selama menopause atau setelah melahirkan karena gejolak hormon maka akan meningkatkan risiko depresi Penambahan estrogen dapat membantu untuk menstabilkan kinerja saraf.
Namun, estrogen dapat memiliki efek yang tidak diinginkan. Pada pria, kelebihan estrogen bisa menyebabkan feminisasi. Mungkin bermanfaat untuk menemukan obat yang memiliki efek serupa dengan estrogen di dalam otak tanpa menimbulkan efek sampingnya. Ini bisa menjadi terapi yang sangat efektif untuk masalah terkait stress pada pria, kata para peneliti.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Stress Karena Pekerjaan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Stress Karena Pekerjaan

Stress Karena Pekerjaan

Aktivitas di rumah tangga yang tiada habisnya, pekerjaan menumpuk yang perlu segera di selesaikan merupakan hal-hal yang umumnya membuat orang merasa tertekan. Banyak hal di sekeliling kita yang bisa memicu kecemasan dan stress.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa stress dari pekerjaan meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 23%. Studi ini menunjukkan bahwa 7% dari mereka yang disurvei sedemikian stress sehingga memiliki pikiran bunuh diri dan 18% mengembangkan gangguan kecemasan.
Stress umumnya mendorong orang untuk minum (alkohol) dan menggunakan obat-obatan, karena mereka pikir hal itu akan membantu mereka mengatasinya. Menurut penelitian ini, hampir 3 dari 5 orang (57%), minum setelah bekerja dan 1 dari 7 minum selama bekerja untuk membantu mengatasi stress.
Cara lain yang digunakan orang untuk mencoba mengatasi stress adalah :
·         Merokok – 28%
·         Mengambil antidepresan – 15%
·         Mengambil pil tidur non-resep -16%
·         Mengambil pil tidur yang diresepkan – 10%
Temuan penting lainnya :
·         Satu dari lima orang mengambil cuti sakit karena stress tetapi memberikan alasan yang berbeda untuk ketidakhadiran mereka.
·         Satu dari 10 telah mengundurkan diri karena stress.
·         Satu dari lima orang mengatakan mereka tidak berani memberitahu manajer mereka bahwa mereka terlalu stress.
·         Dari 22 persen yang memiliki masalah kesehatan mental terdiagnosis, kurang dari setengahnya telah memberitahu atasan mereka tentang diagnosis tersebut.
Kepala eksekutif Mind,Paul Farmer, mengatakan masalah kesehatan mentalterkait pekerjaan adalah masalah yang terlalu penting bagi bisnis untuk diabaikan. Penelitian kami menunjukkan bahwa karyawan masih mengalami tingkat stress yang tinggi di tempat kerja, yang berdampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Kita tahu sekarang bahwa satu dari enam pekerja mengalami depresi, stress atau kecemasan dan survei kami memberitahu kita bahwa sebagian besar manajer tidak merasa bahwa mereka memiliki pelatihan yang cukup atau bimbingan yang mendukung mereka.
Aturan jam kerja yang fleksibel dan cuti tahunan yang leluasa mendukung kesejahteraan mental karyawan. Tiga dari lima orang mengatakan bahwa jika perusahaan mengambil tindakan untuk mendukung kesejahteraan mental semua karyawan, mereka akan lebih loyal, termotivasi, berkomitmen dan  cenderung untuk merekomendasikan tempat kerja mereka sebagai tempat yang baik untuk bekerja.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Wanita Rentan Gangguan Mental

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Wanita Rentan Gangguan Mental

Wanita Rentan Gangguan Mental

Serangan jantung merupakan suatu keadaan dimana terdapat penyempitan pembuluh darah koroner sehingga menggangu aliran darah ke otot jantung dan otot jantung mengalami kerusakan atau gangguan fungsi.
Serangan jantung lebih banyak menyerang pria, tetapi lebih banyak berakibat kematian pada wanita. Lebih lanjut, pada wanita yang selamat dari serangan jantung, mereka rentan untuk menderita gangguan mental yang lebih parah.
Sebuah penelitian baru-baru ini dilakukan di Lithuania terhadap 160 pasien yang selamat dari serangan jantung di Vilnius University Hospital. Sebulan setelah serangan jantung, peneliti menganalisis data mengenai jenis kelamin, usia, riwayat medis, kebiasaan merokok dan olahraga peserta penelitian. Para peneliti juga mengukur status kesehatan mental mereka dengan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk mengetahui apakah peserta menderita gangguan depresi atau kecemasan. Skor 0-7 menunjukkan tidak ada depresi atau kecemasan, sedangkan skor 8-10 menunjukkan potensi depresi atau kecemasan. Skor 11 ke atas menunjukkan depresi atau kecemasan ringan sampai sedang.
Wanita lebih tinggi
Sementara pria memiliki skor depresi rata-rata 6,87, rata-ratanya pada wanita adalah 8,66. Untuk kecemasan, pria memiliki skor rata-rata 7,18 dan wanita memiliki skor rata-rata 8,20. Terlepas dari jenis kelamin, peserta penelitian yang depresi hampir enam kali lebih mungkin untuk meninggal dalam enam bulan setelah serangan jantung dibandingkan dengan pasien yang tidak depresi.
Studi kami menunjukkan bahwa perempuan lebih sering terkena gangguan kecemasan dan depresi yang lebih parah dibandingkan laki-laki, tetapi sampai sekarang masalah ini sebagian besar tidak diketahui, jelas ketua peneliti Pranas Serpytis pada kongres European Society of Cardiology (ESC), di mana dia mempresentasikan hasil penelitian. Depresi berat pasca serangan jantung terjadi pada sekitar 18 persen kasus dan merupakan prediktor penting kecacatan dan penurunan kualitas hidup di tahun-tahun setelah serangan jantung, lanjutnya.
Merokok dan olahraga
Selain itu, merokok tampaknya meningkatkan risiko kecemasan, sedangkan kurang olahraga meningkatkan risiko depresi. Rata-rata skor HADS untuk kecemasan di antara pasien perokok adalah 10,16, dibandingkan dengan skor rata-rata 7,3 pada pasien yang tidak pernah merokok dan 4,55 pada pasien yang berhenti merokok lebih dari dua tahun sebelumnya. Tidak ada hubungan yang ditemukan antara merokok dan depresi setelah serangan jantung. Rata-rata skor HADS untuk depresi pada pasien yang tidak aktif secara fisik adalah 8,96.
Studi ini menunjukkan bahwa mendorong pasien untuk berhenti merokok dan meningkatkan aktivitas fisik dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan dan depresi setelah serangan jantung. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti hubungan antara serangan jantung dan masalah kesehatan mental.

Depresi merupakan salah satu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih yang berlebihan, murung, tidak bersemangat, merasa tidak berharga, merasa kosong, dan tidak ada harapan, berpusat pada kegagalan dan menuduh diri, dan sering disertai iri dan pikiran bunuh diri, klien tidak berminat pada pemeliharaan
Depresi memang bukanlah kasus yang jarang. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), depresi adalah penyakit utama keempat di dunia. Riset di negara-negara maju menunjukkan bahwa sekitar satu dari empat wanita dan satu dari 10 laki-laki pernah memiliki minimal satu episode depresi berat dalam hidup mereka. Ancaman depresi meningkat pada mereka yang berusia remaja atau paruh baya (40-45 tahun), baru bercerai atau berpisah, kehilangan pekerjaan, hidup di kota, mencandu alkohol atau narkoba, dan memiliki riwayat keluarga penderita gangguan depresi. Namun tidak seorang pun bisa terhindar dari bahaya depresi. Terbukti bahwa ketenaran, kekayaan, keluarga yang utuh, pekerjaan, dll tidak bisa mencegah seseorang untuk mengalami depresi. Depresi dapat menimpa siapa saja.
Depresi memiliki berbagai tingkat keparahan. Anda bisa memiliki depresi ringan yang berlangsung beberapa minggu atau bulan, tetapi masih memungkinkan Anda untuk menjalani hidup normal. Depresi berat membuat Anda tidak dapat menjalani hidup normal dan bahkan ingin melakukan bunuh diri (sekitar 5-15% penderita depresi berkecenderungan bunuh diri). Episode depresi dapat berlangsung hanya sekali, berulang-ulang atau berjangka panjang sehingga membutuhkan pengobatan seumur hidup.
Sampai saat ini tidak ada tes darah atau alat diagnosis seperti CT scan, dll yang bisa membantu diagnosis apakah Anda mengidap depresi atau tidak. Kuesioner tertentu seperti yang dapat Anda selesaikan sendiri di sini, dapat menjadi indikasi awal apakah Anda sedang depresi. Bila Anda merasa perlu bantuan, segeralah berkonsultasi dengan psikater. Depresi adalah penyakit yang dapat disembuhkan, semakin awal mengatasinya semakin baik peluangnya.
Menyadari situasi kejiwaan Anda dan mendapatkan bantuan kejiwaan yang tepat dapat membantu Anda menghindari bahaya depresi. Namun kadang-kadang, seperti dalam kasus Robin Williams, bahkan bantuan apa pun tidak cukup apabila kontrol diri tidak dapat mengalahkan dorongan kuat dari depresi untuk melakukan bunuh diri.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Sakit Fisik Karena Pengaruh Stress

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Sakit Fisik Karena Pengaruh Stress

Sakit Fisik Karena Pengaruh Stress


Tidak sedikit wanita mengalami stress saat dihadapkan pada masalah rumit baik masalah keluarga, keuangan ataupun pekerjaan. Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Inilah beberapa pengaruh buruk perasaan stress bagi kesehatan fisik :
·         Cepat lelah
Stress memicu tubuh seseorang mengalami cepat lelah. Meskipun tidak bekerja sepanjang hari dan telah memiliki istirahat yang cukup, stress sering kali menguras tenaga dan stamina. Ketika Anda merasa mudah lelah, kemungkinan besar Anda tengah dihadapkan pada kondisi stress dan berpikir terlalu berat.

·         Mengganggu pencernaan
Sebagian besar penderita penyakit pada gangguan pencernaannya disinyalir disebabkan oleh perasaan stress. Ketika seseorang mengalami stress, tidak jarang hal ini merubah pola makannya dan memicu terjadinya gangguan pencernaan. Berpikir terlalu berat karena stress juga memicu pencernaan di dalam tubuh tidak bekerja secara normal.

·         Jerawat
Stress dikatakan mampu meningkatkan hormon seseorang. Dan jika hormon ini terus mengalami peningkatan, tidak heran jika bisa menimbulkan jerawat di tubuh ataupun wajah. Kecemasan yang timbul akibat stress memicu sistem kekebalan tubuh menurun dan memunculkan jerawat.

·         Batuk dan flu
Kecemasan akibat stress dikatakan mampu menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Ketika sistem kekebalan tubuh mudah menurun, hal ini bisa menyebabkan virus serta bakteri penyebab batuk maupun flu dengan mudah menyerang. Batuk dan flu merupakan salah satu pengaruh buruk akibat stress.

·         Berat badan tidak stabil
Ada beberapa orang yang mengalami stress dan makan banyak sehingga ia mengalami obesitas. Namun tidak sedikit orang tidak nafsu makan saat dirinya tengah stress sehingga ia menjadi lebih kurus. Berat badan yang tidak stabil dan cenderung naik ataupun turun merupakan salah satu pengaruh dari perasaan stress.

Selain pengaruh buruk di atas, stress juga memicu rambut rontok. Agar tubuh tetap sehat, pastikan suasana hati Anda selalu bahagia dan jauh dari perasaan cemas agar tidak berujung stress. Usahakan untuk menjaga pola makan, olahraga, istirahat cukup dan minum vitamin agar tubuh selalu sehat. Atur selalu perasaan Anda dan cobalah untuk tetap tenang dalam kondisi apapun.
  

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!